Arsip

2022

Vol 1, No 2 (2022): ANALISIS PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN SELAMA PANDEMI COVID 19 DI LINGKUNGAN SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM PERTIBA PANGKALPIN

One of the problems that need to be studied academically to find academic answers is the issue of legal culture regarding compliance with health protocols during the COVID-19 pandemic, especially in the  Pertiba Pangkalpinang School of Law. In the last two years, COVID-19 has had a serious impact on almost all aspects of life. Even though in the midst of a pandemic like today, education is the most important thing and cannot be ruled out for a country. This view is of course in accordance with the provisions of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia ( UUD 1945), Article 31 paragraph (1) which explicitly states that every citizen has the right to education. As a higher education unit, the  Pertiba Pangkalpinang School of Law is an education sector related to learning policies during the  COVID 19 pandemic. Policies from both KEMDIKBUD and the Region II Higher Education Service Institution (LLDIKTI) have been implemented into the education system as a form of policy adjustment. . In this central policy, the Head of the College of Law issued a decree No. 171/ST.01.1/III/2021 regarding face-to-face learning in the  Pertiba Pangkalpinang School of Law during the COVID-19 pandemic.  Academics override the instruction. This research is  a doctrinal research. In addition, this study looks at the extent to which the academic community adheres to understanding and applying the rules through the Lawrence  Friedman approach


2019

Vol 1, No 2 (2019): FAKTOR DAN DAMPAK MINUMAN KERAS TERHADAP PERILAKU REMAJA DESA RUKAM KECAMATAN MENDO BARAT KABUPATEN BANGKA

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rukam Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Masyarakat Desa Rukam terutama bagi para orang tua mulai merasakan keresahan sosial berkenaan dengan kenalakan remaja, terutama masalah minuman keras dikalangan remaja yang nampaknya menjadi kebiasaan merupakan fenomena yang sering terjadi di Desa Rukam Kecamatan Mendo Barat. Permasalahan yang penulis kaji dalam penelitian ini adalah faktor-faktor terjadinya kenakalan remaja seperti, minum-minuman keras di Desa Rukam Kecamatan Mendo Barat dalam perspektif kriminologi dan dampak minuman keras dalam kehidupan sehari-sehari remaja tersebut. Kriminologi adalah ilmu pengetahuan yang berdasarkan pengalaman, memperhatikan gejala-gejala yang mencoba menyelidiki sebab-sebab dari gejala tersebut dengan cara-cara yang ada padanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor terjadinya kenakalan remaja minum minuman keras dikalangan remaja Desa Rukam dan untuk mengetahui dampak minuman keras dalam kehidupan sehari-hari remaja tersebut dari segi perspektif kenakalan remaja dan kriminologi. Dalam menjawab masalah ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu metode penelitian yang memanfaatkan data kualitatif dan dideskripsikan secara deskriptif berkaitan dengan faktor dan dampak minuman keras terhadap perilaku remaja Desa Rukam Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya kenakalan remaja seperti minum-minuman keras dikalangan remaja Desa Rukam, disebabkan beberapa faktor yakni, faktor invidu remaja, faktor keluarga, faktor lingkungan atau faktor pergaulan yang menyimpang dan tidak adanya kontrol dari orang tua dan faktor pendidikan formal maupun pendidikan agama. Sedangkan dampak minuman keras dalam kehidupan sehari-hari remaja tersebut, mempunyai tempramen tinggi, mudah tersinggung, bersikap kasar, merokok, daya konsentrasi menurun, berakibat pada keamanan dan ketertiban masyarakat Desa Rukam seperti, membuat keributan pada malam hari, berteriak tidak jelas, menimbulkan perkelahian.

Vol 1, No 1 (2019): KAJIAN YURIDIS TENTANG PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA DI DESA TANJUNG GUNUNG KECAMATAN PANGKALAN BARU

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Desa Tanjung Gunung Kecamatan Pangkalan Baru Bangka Tengah berdasarkan Peraturan Desa tentang Pedoman Tata Cara Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa.
Penelitian ini didasarkan pada fenomena yang terjadi yaitu Kurangnya program kegiatan pemberdayaan masyarakat dan tingkat ekonomi masyarakat Desa Tanjung Gunung yang masih rendah karena masyarakat rata-rata bekerja sebagai petani dan nelayan, diharapkan keberadaan Badan Usaha Milik Desa mampu mendorong dinamisasi kehidupan ekonomi serta sebagai penggerak perekonomian masyarakat desa dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Keberadaan Badan Usaha Milik Desa yang sudah ditetapkan dalam berdasarkan Peraturan Desa di Desa Tanjung Gunung Nomor 04 Tahun 2012 Tentang Badan Usaha Milik Desa, diharapkan Pemerintah Desa dapat memahami tentang pembentukan dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa.
Penelitian ini menjelaskan tiga permasalahan yaitu : 1) Dasar Hukum terbentuknya Badan Usaha Milik Desa di Desa Tanjung Gunung. 2) Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa di Desa Tanjung Gunung. 3) Analisis SWOT Badan Usaha Milik Desa di Desa Tanjung Gunung.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian normatif. Penelitian hukum normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka, yang menggunakan objek kajian penulisan berupa pustaka-pustaka yang ada. dengan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder. Dalam penelitian ini, ada dua pendekatan yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah di atas, yaitu pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Sedangkan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis secara deskriptif-kualitatif.
Penelitian dilaksanakan selama satu bulan di Desa Tanjung Gunung Kecamatan Pangkalan Baru Bangka Tengah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi dengan subyek penelitian yaitu Kepala Desa, Aparatur Desa dan beberapa masyarakat Desa Tanjung Gunung. Hasil penelitian ini ialah Perencanaan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Tanjung Gunung ini diharapkan berdampak terhadap program pembangunan masyarakat desa yang lebih terjamin sehingga Pembangunan desa pun semakin lancar dengan adanya dana yang dihasilkan dari Badan Usaha Milik Desa.

Vol 1, No 2 (2019): PENERAPAN ASAS ITIKAD BAIK DALAM KONTRAK BAKU

Kondisi sekarang, asas ini juga membuat orang/pihak yang kuat bisa memaksakan kehendaknya terhadap pihak yang lemah, sehingga cita-cita kebebasan berkontrak yang awalnya memberikan keseimbangan hukum,keseimbangan kepentingan dan juga keseimbangan dalam posisi tawar, menjadi sarana penekan bagi pihak yang lemah.Kontrak itu terjadi dengan cara pihak yang satu telah menyiapkan syarat-syarat baku pada suatu formulir kontrak yangsudah dicetak dan kemudian disodorkan kepada pihak lainnya untuk disetujui dengan hampir tidak memberikan kebebasan sama sekali kepada pihak lainnya untuk melakukan negosiasi atas syarat-syarat yang disodorkan. Kontrak yang demikian itu dinamakan kontrak standar atau kontrak baku atau kontrak adhesi.
Dalam pelaksanaanny sering terjadi permasalahan dalam perjanjian tersebut khususnya berhubungan dengan asas kebebasan berkontrak. Kontrak baku yang dalam perkembangannya menyengkirkan asas kebebasan berkontrak.Asas kebebasan berkontrak tersebut perlu dikendalikan dengan asas itikad baik dalam perjanjian
Pengujian itikad baik harus dilakukan disetiap kontrak ,baik tahap pra pembuatan (perancangan),pembuatan (penandatanganan) dan tahap pasca pemebuatan (pelaksanaan) kontrak tapi juga tahap pra pembuatan (rancangan) kontrak.



2018

Halaman Sampul

Vol 30, No 39 (2018): OPTIMALISASI PERAN KELURAHAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN TINDAK PIDANA PERJUDIAN DI KELURAHAN SUNGAI SELAN

Tindak pidana perjudian telah diatur dalam pasal 303 dan 303 bis. KUHPjo Undang-Undang No. 7 Tahun 2974 tentang Penertiban Perjudian,karena perjudian pada hakikatnya bertentangan dengan Agama, Kesusilaandan Moral Pancasila, serta membahayakan bagi penghidupan dankehidupan masyarakat, Bangsa dan Negara.Kelurahan setempat telahmengeluarkan surat edaran tentang penyakit masyarakat, namun tidakserta merta menghentikan tindakan perjudian, dikarenakan masyarakatmelihat perjudian hanya sebagai hobi. Oleh karena itu, perlu dioptimalkankembali peran kelurahan dalam mencegah tindakan perjudian.

Vol 30, No 39 (2018): PERANAN PERANGKAT DESA MUNGGU DALAM UPAYA MEMINIMALISIR TERJADINYA PERKAWINAN DIBAWAH UMUR

Perkawinan pada umumnya dilakukan oleh orang-orang yang sudah cukupumur (dewasa) dengan tidak memandang profesi, suku bangsa dan sebagainya.Namun, tidak sedikit perkawinan dilakukan oleh orang-orang yang belum cukup umur(dewasa). Hal ini merupakan fenomena yang kebanyakan terjadi di negara berkembangseperti Indonesia. Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria denganperempuan sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk rumah tangga yangbahagia dan kekal berdasarkan KeTuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan mempunyaimaksud agar suami dan isteri dapat membentuk keluarga yang kekal, maka suatutindakan yang mengakibatkan putusnya suatu perkawinan harus benar-benar dapatdipertambangkan matang- matang.


2016

Vol 27, No 36 (2016): DAMPAK DAN UPAYA PENANGGULANGAN PASCA TIMAHDI KOLONG TELUK BAYUT KELURAHAN PASIR PUTIH(SUDI KASUS DI KELURAHAN PASIR PUT

Mengikuti maraknya penambangan timah rakyat dilingkungan padatpenduduk didukung oleh pihak-pihak luar menimbulkan dampak buruk,apalagi jika pekerjaan itu dilakukan di wilayah KP (Kuasa Pertambangan)yang sah.Hal ini mengakibatkan gangguan terhadap kegiatan pemilik izinyang resmi. Dampak buruk yang muncul dari kegiatan penambangan timahrakyat secara besar-besaran ini antara lain pengurasan sumber dayasecara besar-besaran tanpa mengindahkan aspek lingkungan, dan tidakditerapkannya cara menambang yang baik (Good miningpractice ). Selainmemberikan dampak buruk bagi fisik lingkungan, penambangan timahrakyat tanpa memahami teknik menambang yang tepat dan benar dapatmenimbulkan kecelakaan bahkan kematian.Penambangan timah rakyat,sebenarnya selain membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat serta mampumenambah pendapatan bagi daerah, juga menimbulkan konflik sosial sertamasalah lingkungan yang menjadi perhatian banyak kalangan.

Vol 2, No 2 (2016): ANALISIS YURIDIS PERGAULAN BEBAS YANG BERDAMPAK PERILAKU ASUSILA DIKALANGAN REMAJA STUDI KASUS DI KELURAHAN AIR ITAM PAN

Di berbagai kota besar, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa ulah remaja belakangan ini makin mengerikan dan mencemaskan masyarakat. Mereka tidak lagi sekedar terlibat dalam aktivitas nakal seperti membolos sekolah, merokok, minum-minuman keras, atau mengganggu lawan jenisnya, tetapi tak jarang mereka terlibat dalam aksi tawuran layaknya preman atau terlibat dalam penggunaan narkoba, terjerumus dalam kehidupan seksual pranikah, dan berbagai bentuk perilaku menyimpang lainnya.Kenakalan remaja biasa disebut dengan istilah Juvenile berasal dari bahasa Latin juvenilis, yang artinya anak-anak, anak muda, ciri karakteristik pada masa muda, sifat-sifat khas pada periode remaja, sedangkan delinquent berasal dari bahasa latin “delinquere” yang berarti terabaikan, mengabaikan, yang kemudian diperluas artinya menjadi jahat, nakal, anti sosial, kriminal, pelanggar aturan, pembuat ribut, pengacau, peneror, durjana dan lain sebagainya. Juvenile delinquency atau kenakalan remaja adalah perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda, merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial, sehingga mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang


1 - 9 of 9 Item